Sintesis
organik adalah pembangun dari senyawa organik kompleks dengan bahan awal
Sintesis dari molekul organik adalah aspek yang paling penting dari kimia
organik.Ada dua bidang utama penelitian di bidang sintesis organik, yaitu
sintesis total (total sythesis) dan metodologi (metodhology). Sebuah sintesis
total adalah sintesis kimia lengkap senyawakimia organik yang komplek dari
molekul yang simpel (sederhana), yang tersedia secara komersial atau prekusor
alami.
Sering
kali reaksi yang diinginkan muncul dan disertai dengan reaksi pada bagian lain
dari molekul, yang ditandai dengan munculnya gugus fungsional baru. Kelompok
fungsional ini biasanya adalah situs yang paling reaktif dalam molekul, dan
sulit untuk melindungi satu kelompok fungsional lain dari reaksi terjadi. Oleh
karena itu setiap sintesis yang diusulkan harus dievaluasi setiap langkahnya
untuk mengetahui kemungkinan reaksi samping yang dapat muncul, hal ini karena
bisa saja dapat menurunkan atau memodifikasi struktur dengan cara yang tidak
diinginkan. Untuk melakukan hal ini dibutuhkan pemahaman tentang bagaimana
variasi dalam struktur dapat mempengaruhi reaktivitas kimia. Pemahaman tersebut
juga didukung melalui pengetahuan tentang mekanisme reaksi dan stereokimia.
Gugus pelindung merupakan
gugus fungsi yang digunakan untuk melindungi gugus tertentu agar tidak dapat
bereaksi baik terhadap pereaksi maupun pelarut yang digunakan pada proses
sintesis berlangsung. Dalam kajiannya, dikenal istilah deproteksi yakni
penghilangan (reduksi) gugus pelindung menjadi gugus fungsi awal yang
dilindungi. Gugus pelindung berfungsi dalam melindungi suatu gugus atau
kelompok dalam sintesis organik yakni untuk menghilangkan reaksi samping yang
tidak diinginkan. Dimana salah satu masalah utama dalam sintesis organik adalah
munculnya reaksi samping yang tidak diinginkan.
Gugus pelindung
memungkinkan untuk mengatasi problema sederhana dari kemoselektivitas, yaitu
mudah membuat alkohol dari keto ester dengan mereduksi gugus karbonil yang
lebih reaktif. Membuat alkohol dengan mereduksi gugus karbonil yang kurang
reaktif tidak begitu mudah tetapi dapat diselesaikan dengan menggunakan
reaktivitas yang lebih tinggi dari keton untuk memasukkan gugus pelindung yang
tidak bereaksi dengan LiAlH4, suatu reduktor yang dipilih. Gugus
pelindung yang jelas digunakan adalah asetal. Kemoselektivitas adalah
diferensiasi antara berbagai gugus fungsional dalam polifungsional molekul
dengan reaktivitas preferensial satu kelompok fungsional atas yang lain.
Sebagai contoh, pengurangan kemoseltivitas dari kelompok aldehida dengan NaBH4
(Natrium boro hidrida) dalam metanol pada suhu rendah
Syarat gugus pelindung
-
Mudah dimasukkan dan dihilangkan
-
Resisten terhadap reagen yang akan
menyerang gugus fungsional yang tidak terlindung
-
Sedapat mungkin resisten terhadap
varietas yang luas dari reagen lain
-
Reagen gugus pelindung harus bereaksi
selective, secara kinetika yang energi konformasi yang kecil sehingga dapat
bereaksi dan menghasilkan rendemen yang besar, zat yang terlindungi akan
terlindung dan stabil selama dilindungi. Harus bisa disingkirkan dengan reagen
deproteksi, dan tidak merusak hasil reaksi (menganggu kestabilan gugus fungsi
yang baru terbentuk)
-
Gugus pelindung tidak mempunyai gugus
fungsi yang lain.
Gugus pelindung harus
tetap melekat sepanjang sintesis dan mungkin dihapus setelah selesai sintesis.
Namun, kelompok-kelompok pelindung tidak dimasukkan ke dalam produk akhir,
dengan demikian, penggunaannya membuat reaksi kurang atom ekonomis. Dengan kata
lain,penggunaan gugus pelindung kelompok harus dihindari sebisa mungkin. Berbagai
gugus pelindung kelompok saat ini tersedia untuk fungsional yang
berbedakelompok. Sebuah gambaran yang sangat singkat yang paling umum digunakan
melindungi kelompok. Mereka diklasifikasikan menurut kelompok fungsionalnya.
Gugus
Pelindung dari Amina (NH)
Amina termasuk gugus
fungsi yang reaktif karena adanya perbedaan keelektronegatifan N-H sehingga
harus dilindungi. Dimana, gugus N-H mudah lepas jika ada basa atau reaksi
metalasi, dimana daya ionisasi logam lebih kuat sehingga bisa digantikan oleh
metalasi seperti reagen grirnard dan lithium. Namun, demikian garam ammonium
jarang digunakan sebagai gugus pelindung, karena spesies yang bermuatan ini
tidak cocok (sukar bereaksi).
Dalam reaksi kemoselektif,
Gugus pelindung yang dapat bereaksi dengan gugus fungsi amina dan memproteksi
suatu amina baik itu amina primer,skunder dan tersier, jenis gugus pelindung,
penambahan, penghilangan, ketahan gugus pelindung serta reaktif terhadap
elektrofil atau nukleofil dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Gugus amino mempunyai pereaksi tertentu untuk melindunginya
misalnya dengan AcOC6H4-p-NO2, pH 11.
Perlindungan gugus amina dengan AcOC6H4-p-NO2 akan membentuk –NHAc.
Sebagai contoh :
Pereaksi lain yang digunakan untuk melindungi
gugus amino adalah asetaldehida, ionCu(II), dan asam perklorat :
Gugus pelindung Imida
dan amida: Kelompok ftalimida telah berhasil digunakan untuk melindungi gugus
amino. Pembelahan dari N-alkilftalimida (1,81) mudah dilakukan dengan hidrazin,
dalam larutan panas atau dalam dingin untuk waktu yang lama. Basa-katalis
hidrolisis N-alkilftalimida memberikan yang sesuai amina. Gugus pelindung imida
:
Gugus Pelindung Alkohol
Berbagai macam gugus
pelindung bisa digunakan dalam sintesis organik salah satunya gugus pelindung
untuk alkohol. Alkohol adalah senyawa organik apa pun yang
memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon,
dengan rumus umum ROH. Dalam mensintesis ataupun memodifikasi suatu senyawa
organik yang memiliki gugus fungsi alkohol, sedangkan yang ingin dimodifikasi
adalah gugus fungsi yang bukan alkohol maka dapat terlebih dahulu dilindungi
gugus fungsi alkohol tersebut.
Gugus
Pelindung Hidroksi Umum
Gugus hidroksil harus
dilindungi selama oksidasi, asilasi, halogenasi, dehidrasidan reaksi lain yang
rentan. Gugus hidroksil dilindungi dengan membentuketer alkil mereka, eter
alkoksialkil, eter silil dan ester. Namun, eter lebih disukaidaripada ester
karena stabilitas mereka dalam asam asetat dan kondisi dasar.
Gugus
Pelindung Diol Secara Umum
Diol (1,2 dan 1,3)
secara umum melindungi O,O-asetal dan ketal. Asetal adalah senyawa dengan
struktur umum RR1 C (OR2) (OR3), dimana R dan R1 mungkin adalah H
(tapi tidak diperlukan), tetapi R2 dan R3≠ H. Ketal adalah bagian dari
asetal dimana baik R maupun R1 adalah H.
Dengan cara yang sama, asetal
etilidin, asetal siklopentilidin, asetal sikloheksilidin, asetal arilidin dan
karbonat siklik dapat disiapkan.
Sumber
http://meriyanti95.blogspot.co.id/2016/04/proteksi-gugus-pelindung-alkohol.html
Dalam syarat gugus pelindung salah satunya " Sedapat mungkin resisten terhadap varietas yang luas dari reagen lain" ini maksudnya bagaimana ya?
ReplyDeletemohon penjelasannya
Jadi maksudnya bahwa sifat dari gugus pelindung sangat spesifik terhadap senyawa yg dilindungi, namun pada kondisi tertentu gugus pelindung resisten terhadap senyawa lain untuk memepertahankan suatu keadaan reaksi yg berlangsung
DeleteSelamat malam, saya ingin bertanya bagaimana caranya apabila kita ingin menlindungi gugus fungsi yang spesifik. misalnya ada 1,2-dihidroksi toluen, bagaimana jika kita hanya ingin melindungi gugus OH pada posisi metanya tanpa melindungi gugus hidroksi pada posisi ortonya? mohon penjelasannya. terima kasih
ReplyDeleteTerima kasih atas pertanyaannya. Saya akan menjawab pertanyaan dari saudara yang menanyakan mengenai bagaimana cara untuk melindungi gugus fungsi yang spesifik.
DeleteKhusus untuk senyawa yang dicontohkan, yang mana senyawa 1,2 dihidroksi toluena atau 1 metil 2,3 dihidroksi benzena. Pada senyawa benzena, memiliki karakteristik yang istimewa yaitu pengaruh orto, meta dan para. Nah, untuk melindungi gugus hidroksi pada posisi meta terhadap metil, kita dapat menggunakan gugus pelindung yang memiliki pengaruh meta, sehingga gugus pelindung tersebut akan melindungi gugus hidroksi pada posisi meta terhadap metil pada benzena.
Saya masih belum paham maksudcdaribreaksi kemoselektiv. Apakah reaksi kemoselektiv sama atau tidak dengan reaksi kimia biasa ?
ReplyDeleteBaik,saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari, Reaksi kemoselektif artinya bahwa pereaksi hanya bereaksi dengan gugus fungsional yang dikehendaki (tertentu) atau hanya bereaksi sampai pada tahapan tertentu atau menghasilkan suatu produk dengan stereokimia tertentu, sehingga reaksi kemoselektif merupakan reaksi yg spesifik dan berbeda dgn reaksi kimia biasa
Deletemohon dijelaskan syarat gugus pelindung yang menyatakan bahwa gugus pelindung tidak boleh mempunyai gugus fungsi lain itu bagaimana ya?
ReplyDeleteJadi, maksudnya itu suatu gugus pelindung tidak boleh memilki gugus fungsi yang lain karena dikhawatirkan jika memilki gugus fungsi yang lain akan mengganggu pada kestabilan yang telah terbentuk.
Deletejelaskan apa itu reaksi kemoselektif ?
ReplyDeleteJadi, reaksi kemoselektif artinya bahwa pereaksi hanya bereaksi dengan gugus fungsional yang dikehendaki (tertentu) atau hanya bereaksi sampai pada tahapan tertentu atau menghasilkan suatu produk dengan stereokimia tertentu.
Deletemengapa gugus pelindung harus dihapus setelah reaksi selesai ? apakah nantinya tidak mempengaruhi senyawa produk ?
ReplyDeleteJadi, gugus pelindung harus dihapus setelah reaksi selesai agar terjadinya deproteksi, misalnya asetal dihilangkan (direaksikan dengan asam berair),dapat mengembalikannya ke gugus karbonil. Tentunya berpengaruh, dimana dgn adanya penggunaan gugus pelindung dapat menghasilkan produk yg diharapkan
Deleteterimakasih penjelasannya..
ReplyDeletesaya ingin bertanya, gugus pelindung apa yang baik untuk memproteksi gugus amina?
Salah satu gugus pelindung untuk diproteksi gugus amina yaitu benzyl (Bn), gugus pelindung benzyl dapat direaksikan dengan suatu amina primer dengan cara mereaksikan suatu metil-phenil dalam pelarut NaOEt dengan Et3N sebagai katalis.
DeleteSayan ingin bertanya Mengapa gugus pelindung dapat dihilangkan dengan menggunakan asam/basa?
ReplyDeletekarena sifat gugus pelindung yang cenderung spesifik
DeleteReaksi kemoselektif itu bagai mana peroses terjadinya. Mohon penjelasannya dengan contoh sederhana.?
ReplyDeleteBaik, disini saya coba menjawab pertanyaan saudata, reaksi kemoselektif artinya bahwa pereaksi hanya bereaksi dengan gugus fungsional yang dikehendaki (tertentu) atau hanya bereaksi sampai pada tahapan tertentu atau menghasilkan suatu produk dengan stereokimia tertentu
DeleteContohnya adalah Oksidasi alkohol primer sampai menjadi aldehid dan Reduksi senyawa bergugus fungsi jamak alkena dan karbonil
Berikan contoh dari gugus pelindung pada amina sekunder.
ReplyDeleteJadi, salah satu contoh yg digunakan pada amina sekunder yaitu Gugus pelindung Fmoc yang terdapat dalam sintesis peptida fase padat
Deleteapa saja gugus pelindung pada karbonil selain tiol dan diol ?
ReplyDeleteyaitu gugus ketal, seperti hemiketal
Deletebagaimana cara melindungi molekul yang mengandung beberapa gugus fungsional yang mirip, serta berikan contoh. terimakasih.
ReplyDeletecara melindungi molekul yang mengandung beberapa gugus fungsional yang mirip yaitu dengan melihat sifat spesifik suatu senyawa tersebut
Deletekenapa setiap gugus fungsi memliki gugus pelindung berbeda beda ?
ReplyDeletekarena sifat gugus pelindung yang cenderung spesifik
DeleteBisa tolong jelaskan senyawa atau gugus apa saja yang dapat dilindungi dengan gugus pelindung? Adakah syarat tertentu?
ReplyDeletesalah satunya gugus amina, syaratnya yaitu :
DeleteMudah dimasukkan dan dihilangkan
- Resisten terhadap reagen yang akan menyerang gugus fungsional yang tidak terlindung
- Sedapat mungkin resisten terhadap varietas yang luas dari reagen lain
- Reagen gugus pelindung harus bereaksi selective, secara kinetika yang energi konformasi yang kecil sehingga dapat bereaksi dan menghasilkan rendemen yang besar, zat yang terlindungi akan terlindung dan stabil selama dilindungi. Harus bisa disingkirkan dengan reagen deproteksi, dan tidak merusak hasil reaksi (menganggu kestabilan gugus fungsi yang baru terbentuk)
-Gugus pelindung tidak mempunyai gugus fungsi yang lain.
gugus pelindung yang bagaimana yang bisa digunakan untuk sintesis natural produk?
ReplyDeletegugus pelindung yang memiliki syarat
DeleteMudah dimasukkan dan dihilangkan
- Resisten terhadap reagen yang akan menyerang gugus fungsional yang tidak terlindung
- Sedapat mungkin resisten terhadap varietas yang luas dari reagen lain
- Reagen gugus pelindung harus bereaksi selective, secara kinetika yang energi konformasi yang kecil sehingga dapat bereaksi dan menghasilkan rendemen yang besar, zat yang terlindungi akan terlindung dan stabil selama dilindungi. Harus bisa disingkirkan dengan reagen deproteksi, dan tidak merusak hasil reaksi (menganggu kestabilan gugus fungsi yang baru terbentuk)
-Gugus pelindung tidak mempunyai gugus fungsi yang lain
apakah gugus pelindung hanya dapat melingdungi gugus fungsi?
ReplyDeletesecara umum hanya dapat melindungi gugus fungsi
Deletemengapa gugus pelindung diperlukan dalam suatu reaksi sintesis?
ReplyDeletekarena untuk melindungi gugus tertentu agar tidak dapat bereaksi baik terhadap pereaksi maupun pelarut yang digunakan pada proses sintesis berlangsung
Deletemengapa gugus N-H mudah lepas?
ReplyDeletekarena merupakan gugus fungsi yang reaktif karena adanya perbedaan keelektronegatifan N-H.selain itu gugus N-H mudah lepas jika ada basa atau reaksi metalasi, dimana daya ionisasi logam lebih kuat
Delete